Ciawi, 28 April 2026 — TNI Angkatan Darat (TNI AD) mengambil langkah strategis untuk memperkuat integritas internal. Sebanyak 60 perwira terpilih mengikuti Pelatihan Fungsional Auditor Ahli Pertama yang diselenggarakan oleh Pusdiklatwas BPKP. Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan persiapan penting untuk mencetak Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang andal dalam menjaga kualitas pengawasan di lingkungan TNI AD.
Pelatihan Fungsional Auditor Ahli Pertama di lingkungan TNI AD dibuka secara resmi oleh Wakil Inspektur Jenderal TNI AD, Mayor Jenderal TNI Muhamad Muchidin, didampingi oleh Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP, Setia Pria Husada, serta Kepala Pusdiklatwas BPKP, Raden Murwantara.
Dalam sambutannya, Wairjenad menegaskan bahwa kompetensi auditor merupakan tanggung jawab moral yang tidak dapat ditawar. Ia juga mendorong peserta untuk tidak hanya kompeten, tetapi mampu berpikir kreatif dan inovatif. Auditor masa depan TNI AD diharapkan mampu berpikir out of the box, menghadirkan solusi yang relevan, serta terus melakukan pengembangan diri guna menjawab tantangan tugas secara adaptif dan solutif.
Selanjutnya, Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP menegaskan kembali bahwa standar audit saat ini mengacu pada Global Internal Audit Standards (GIAS), yang menempatkan mutu sebagai tolok ukur utama. Auditor diharapkan mampu menghasilkan laporan audit kinerja yang mendukung pencapaian prinsip 3E (efektif, efisien, dan ekonomis), serta memberikan rekomendasi yang bernilai tambah bagi organisasi.
Pelatihan yang berlangsung hingga 13 Mei 2026 ini tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi teknis, tetapi juga penanaman nilai integritas sebagai bagian dari kehormatan satuan dan negara. Selain peningkatan kompetensi, para peserta juga diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai pedoman perilaku dalam menjalankan tugas pengawasan.
Mari dukung para peserta dalam menuntaskan pelatihan ini demi penguatan pengawasan yang lebih presisi, profesional, dan akuntabel.