Abstrak
Kekayaan sumber daya alam sering dipandang sebagai modal utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa melimpahnya sumber daya mineral tidak selalu berbanding lurus dengan kemakmuran. Fenomena resource curse atau kutukan sumber daya menggambarkan paradoks ketika kekayaan alam justru memicu kerusakan lingkungan, ketimpangan sosial, korupsi, dan ketergantungan ekonomi.
Melalui artikel ini, Penulis mengulas berbagai risiko yang menyertai aktivitas pertambangan, mulai dari dampak ekologis, persoalan keadilan sosial, hingga tantangan tata kelola. Dengan menyoroti praktik baik dari sejumlah negara serta pentingnya manajemen risiko dan pengawasan yang efektif, artikel ini menegaskan bahwa sumber daya alam dapat menjadi berkah bagi generasi kini dan mendatang apabila dikelola secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik.