:: Home > Berita
19 Maret 2021 / Dibaca 58 kali

Narkoba Sebagai Ancaman Bonus Demografi 2030

 

Ciawi - Tahukah Anda bahwa tembakau gorilla ternyata adalah tembakau yg disiram cairan desinfektan untuk disalahgunakan sebagai narkotik? Tahukah Anda bahwa hanya dengan mengonsumsi ecstasy selama 8 bulan  otomatis wajah Anda akan tampak 20 tahun lebih tua? Atau, tahukah Anda bahwa Badan Narkotika Nasional tidak memakai kata pencegahan pada namanya karena BNN merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam ketersediaan narkotika untuk keperluan medis dan pengembangan IPTEK? Pagi ini para audiens Guntur Maulana, Kepala Seksi Ormas/Pokmas Direktorat Advokasi Deputi Bidang Pencegahan BNN, mendapat wawasan tambahan  seputar narkoba dan bahayanya. Para audiens itu adalah 172 orang adik-adik CPNS dari BPKP dan KPU yang sedang mengikuti pelatihan dasar (Latsar) Pusdiklatwas BPKP.
 
 
Materi Latsar tadi memang termasuk wajib, sesuai Inpres P4GN, demi mengedukasi para ASN agar tidak terjerat bahaya narkoba. Menurut Pak Guntur, sudah ada ribuan ASN yang diberhentikan karena penyalahgunaan narkoba. Dan setiap tahunnya minimal terjadi kerugian sejumlah 72 trilyun serta 30 kematian/hari akibat narkoba. Informasi ngeri lainnya, BNN mensinyalir bahwa kartel narkoba membidik anak-anak di bawah umur sebagai pangsa pasar. Jadi, 10% dari uang narkoba digunakan untuk menyebarkan narkoba secara gratis di kalangan anak-anak. Awasi jajanan anak-anak kita wahai para orang tua. Dengan memperhatikan konsumsi mereka, secara langsung kita telah berpartisipasi dalam melindungi negeri kita ini dari bahaya besar.
 
 
 Bahaya besar? Ya, BAHAYA yang  teramat besar. Indonesia ini  menjadi tujuan pasar para kartel narkoba sedunia. Kartel-kartel haram itu masuk melalui puluhan ribu jalan tikus yang tidak dijaga. Geografis Indonesia yang  mayoritas berupa lautan seolah menjadi pintu terbuka yang mempersilakan para penyelundup untuk beroperasi. Fakta ini sukses membuat admin merenung. Untuk melindungi bangsa dan tanah tumpah darah Indonesia, kita memang harus jaya di laut. (*mode imajinasi on) Sudah bolak balik laut menegur kita, mungkin maksudnya mau bilang, "Hei bangsa Indonesia abad 21, apa kalian sudah kehilangan naluri maritim. Bukankah nenek moyangmu adalah para pelaut handal yang dengan gagah melayari 7 samudera untuk menjaga kehormatan negara. Bertemanlah denganku." 
 
 
Materi padat dan ringkas yang disampaikan Pak Guntur melalui aplikasi zoom ini memang sangat menarik. Banyak pertanyaan yang dilontarkan para peserta Latsar seputar dampak penyalahgunaan narkoba. Pak Guntur menginformasikan bahwa BNN ada di setiap provinsi dan banyak kota/kabupaten. Setiap korban penyalahgunaan narkoba berhak untuk mendapat perawatan pemulihan dengan biaya nol rupiah di BNN setempat. Sedihnya, para korban narkoba tidak ada yang dapat dinyatakan sembuh, mereka hanya pulih. So, jauhi narkoba, laporkan ke pihak berwenang jika Anda mencurigai adanya narkoba di tempat yang Anda ketahui. (rl)
Pusdiklatwas BPKP
Jl. Beringin II, Pandansari, Ciawi, Bogor 16720
Telp. (0251) 8249 001 - 8249 003 (Sentral)
Fax. (0251) 8248 986 - 8248 987
Email: pusdiklatwas@bpkp.go.id


Bidang Penyelenggaraan Diklat APIP
Telp/Fax: (0251) 824 8473
Email: pusdiklatwas.p3jfa@bpkp.go.id

Bidang Penyelenggaraan Diklat SPIP
Telp/Fax: (0251) (0251) 8249 004
Email: pusdiklatwas.p3kt@bpkp.go.id

PETA LOKASI: