01 Maret 2013 / Dibaca 4757 kali
Sejarah Pusdiklatwas BPKP

usat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan (Pusdiklatwas) BPKP dibentuk pada tahun 1983 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 31, bersamaan dengan berdirinya lembaga induk yaitu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Keberadaan Pusdiklatwas dimaksudkan sebagai unit kerja yang bertugas menyelenggarakan, membina, dan mengoordinasikan seluruh kegiatan pendidikan dan pelatihan pengawasan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala.

Pada mulanya diklat hanya diselenggarakan untuk melatih para auditor/calon auditor internal BPKP agar mereka siap ketika diterjunkan melaksanakan tugas-tugas pengawasan. Kehandalan dan kompetensi yang ditunjukkan para auditor tersebut menjadi ikon sehingga BPKP dipercaya sebagai guru di bidang pengawasan di kalangan pemerintahan negeri ini.

Para auditor dan mitra berdatangan meminta kami, Pusdiklatwas BPKP, untuk bekerja sama dalam melatih para aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) pusat/daerah agar kemampuan mereka meningkat dalam tugas dinas.

Cepatnya perubahan zaman mendorong perubahan pula dalam tuntutan penyelenggaraan pemerintahan. Permintaan para mitra berkembang, sehingga jenis diklat yang kami selenggarakan, selain bidang pengawasan, pun mencakupi bidang pengelolaan keuangan negara, prajabatan, kepemimpinan, sertifikasi pengadaan barang/jasa, dan sebagainya.

Untuk melayani penyelenggaraan diklat, selain di Kampus Utama di Ciawi-Bogor kami juga menyiapkan kantor pengelola diklat di kota Medan, Denpasar, dan Makassar.
Dengan demikian para mitra dari wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia memiliki tempat alternatif yang lebih dekat dengan tempat asal kedatangan.

Teknologi yang semakin maju telah mampu meminimalkan pertemuan fisik. Cukup dengan seperangkat alat yang terhubung ke jaringan komunikasi internet, manusia modern dapat berhubungan dengan dunia kapan saja dan di mana saja. Pembelajaran jarak jauh secara elektronik (e-learning) bukan lagi konsep melainkan telah menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Begitu banyak manfaat yang bisa didapat dari e-learning. Dengan e-learning, selain memperbesar cakupan, waktu pembelajaran di kelas dan biaya yang dikeluarkan bisa dikurangi.

Sebelum menjalani pembelajaran di kelas, para peserta diklat kami wajibkan telah memahami konsep materi-materi dalam diklat yang akan diikuti. Mereka bisa mempelajarinya melalui learning management system (LMS) Pusdiklatwas BPKP. Sistem dan materi telah kami rancang dan rangkum sedemikian rupa agar proses pembelajaran elektronik mudah diakses dari lokasi manapun. Dan untuk melengkapi kemudahan itu, kini bahkan fitur registrasi on-line dan ujian on-line telah kami tambahkan sebagai bentuk inovasi kami untuk meningkatkan layanan kepada para mitra.

 

Kepala Pusdiklatwas BPKP


Berikut ini adalah para pejabat yang pernah menduduki jabatan Kepala Pusdiklatwas BPKP:

 

©Pusdiklatwas BPKP Website Security Test