:: Home > Berita
02 Juni 2017 / Dibaca 86 kali

Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni

Ciawi- 1 Juni 2017 selain sebagai Hari Lahir Pancasila juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Walaupun hari libur, sebagai instansi pemerintah Republik Indonesia, Pusdiklatwas BPKP tetap mengadakan upacara bendera yang wajib diikuti para pegawai dan THL. Berbicara tentang sejarah Pancasila, admin mengajak para pembaca untuk menyegarkan kembali ingatan tentang dasar negara kita ini.

 

1 Juni 1945 draft Pancasila diajukan oleh Ir. Soekarno di depan sidang BPUPKI untuk menjadi dasar negara. Susunan sila-sila dalam Pancasila belum seperti yang kita kenal sekarang, karena sila Ketuhanan berada pada urutan buncit.

22 Juni 1945 setelah melalui diskusi yang panjang, Panitia 9 yang berisi para tokoh pergerakan kemerdekaan telah sepakat atas rumusan dasar negara yang diberi nama Piagam Jakarta. Susunan telah final, yang mana Ketuhanan menjadi sila kesatu dan tambahan "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya."

18 Agustus 1945 peserta sidang PPKI menerima dengan suara bulat rumusan Pancasila sebagai dasar negara dengan perubahan di sila pertama menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Perubahan itu untuk mengakomodasi permintaan wakil-wakil dari timur Indonesia. Bunyi dan urutan Pancasila yang diresmikan pada tanggal inilah yang selanjutnya diterima oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai dasar negara.

 

Pancasila tidak bisa dipisahkan dari Burung Garuda, karena simbol-simbol Pancasila menjadi penutup dada lambang negara Indonesia ini. Pengusul Burung Garuda untuk dijadikan lambang resmi negara adalah Sultan Hamid II, sultan Kalimantan Barat yang juga pejuang revolusi kemerdekaan. Bentuknya seperti yang kita kenal sekarang hasil penyempurnaan oleh Bung Karno dan Sultan Hamid II.

 

Pemilihan Burung Garuda sebagai lambang resmi negara didasarkan atas sejarah panjang nusantara. Bentuk Burung Garuda pernah juga menjadi lambang Kerajaan Samudera Pasai sejak Sultan Zainal Abidin. Konon lambang itu, begitu pula bintang bersudut lima, diambil dari peninggalan Nabi Sulaiman as karena nusantara pernah menjadi bagian dari imperium kerajaan dunia di bawah pemerintahan Nabi Sulaiman as. (rl)

Pusdiklatwas BPKP
Jl. Beringin II, Pandansari, Ciawi, Bogor 16720
Telp. (0251) 8249 001 - 8249 003 (Sentral)
Fax. (0251) 8248 986 - 8248 987
Email: pusdiklatwas@bpkp.go.id


Bidang Penyelenggaraan Diklat Fungsional Auditor
Telp/Fax: (0251) 824 8473
Email: pusdiklatwas.p3jfa@bpkp.go.id

Bidang Penyelenggaraan Diklat Teknis Substansi dan Kedinasan
Telp/Fax: (0251) (0251) 8249 004
Email: pusdiklatwas.p3kt@bpkp.go.id

PETA LOKASI: