Kategori



JAKARTA - Hari ini merupakan hari pertama bagi para APIP di seantero persada nusantara menjalani ujian sertifikasi auditor periode kedua tahun 2013. Persiapan-persiapan ujian telah dilakukan sejak satu bulan sebelumnya, Pusbin JFA dan bidang P3JFA Pusdiklatwas BPKP telah bekerja keras mengorganisir event penting bagi para fungsional auditor ini. Rapat demi rapat, diskusi, dan perdebatan mewarnai tahapan-tahapan yang harus dilalui.

 

 

Ada yang berbeda dalam ujian periode kali ini yaitu bersamaan waktunya dengan ujian sertifikasi para peserta inpassing. Peserta inpassing adalah mereka-mereka yang bukan auditor diangkat ke dalam jabatan fungsional auditor dengan perlakuan khusus. Tampaknya belakangan ini jabatan fungsional auditor menjadi sangat seksi bagi para PNS di unit-unit kerja pemerintah RI, terbukti dengan tingginya para pendaftar inpassing se-Indonesia yaitu 1.566 orang. Di Jakarta sendiri hanya ada sekitar 40 orang. Yang jelas, para pengawas yang kebetulan mendapat jatah bertugas di daerah cukup pening menangani inpassing ini karena bukti-bukti pertanggungjawaban keuangan yang disiapkan harus dua buah, satu untuk kepentingan ujian reguler dan satu lagi untuk starproject.

 

 

Sebagaimana biasa, untuk wilayah Jabodetabek, penyelenggaraan ujian dipusatkan di Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Jakarta. Sejak pagi jam 7 para peserta sudah berdatangan dengan bawaan khas peserta ujian, yaitu modul dan alat tulis. Ujian dimulai jam 9 dan secara keseluruhan pada hari pertama ini berjalan lancar. Satu-satunya yang tidak biasa hanyalah di kelas Q, tingkat ahli, terjadi kekurangan soal auditing sebanyak 6 unit sehingga harus minta ke kelas tetangganya. Rasanya sepanjang pengalaman admin menjadi pengawas baru kali ini ada kekurangan soal melebihi 3 unit. Seringnya malah soal-soal itu bersisa karena beberapa peserta memutuskan batal mengikuti ujian. Kalau hal semacam ini terjadi di daerah pasti sangat merepotkan. Pengawas harus meminta ijin membuka soal cadangan, kemudian harus mem-print soal yang bersangkutan, dan memfotokopi jika kebetulan jumlah kekurangannya signifikan. Sementara itu pengawas juga harus memikirkan kondisi kelas dan administrasi ujian yang menjadi tanggung jawabnya. Bersyukurlah jika kebetulan ada teman, kalau sendiri itu yang membuat pusing.

 

 

Seperti biasa juga para peserta mengeluhkan soal yang dianggap sulit. Admin yang kebetulan mengawasi kelas tingkat ahli menggoda mereka dengan mengusulkan, "Yah jika model multiple choice dianggap sulit, bagaimana kalau periode berikutnya nanti soal auditing kita usulkan kembali ke model esai?" Hampir serempak mereka menggeleng kuat-kuat dan buru-buru meralat keluhannya, "Kami sudah puas dengan multiple choice, tolong jangan diganti." 

 

 

Selamat ujian. (rl)