Kategori



CIAWI – Pusdiklatwas BPKP mengemban tugas yang luar biasa banyak dengan adanya amanat dalam PP No. 60 yang mengisyaratkan pelaksanaan diklat SPIP bagi manajemen seluruh instansi pemerintah Republik Indonesia, di samping diklat-diklat sertifikasi, kedinasan, dan teknis substansi yang biasa diselenggarakan oleh Pusdiklatwas BPKP. Karena SPIP sangat penting sebagai alat untuk membangun pengendalian intern yang diwajibkan oleh Undang-Undang dan menjamin tercapainya tujuan instansi pemerintah. Meningkatnya beban kerja Pusdiklatwas tentu tidak lepas dari kepercayaan stakeholder. Oleh sebab itu seluruh komponen dalam Pusdiklatwas BPKP, masing-masing, wajib bekerja dengan sebaik-baiknya secara bersama-sama, agar menghasilkan output yang luar biasa, yaitu kualitas pelayanan yang setinggi-tingginya bagi para mitra kerja.

 

Hal itu diungkapkan Deputi Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian, DR. Binsar H. Simanjuntak, Ak., MBA, CMA, selaku deputi pembina Pusdiklatwas BPKP dalam arahan yang digelar di aula Pusdiklatwas BPKP (28/3). Hadir dalam acara tersebut para pejabat struktural Pusdiklatwas BPKP, para widyaiswara, dan staf lainnya.

 

Dalam arahannya, Pak Binsar menjelaskan secara gamblang bahwa trust merupakan sinyal dari stakeholder bahwa mereka mempersepsikan Pusdiklatwas BPKP sebagai tempat yang tepat untuk mendapatkan pelatihan di bidang pengawasan. Kepercayaan itu layak diimbangi dengan penambahan fasilitas yang memadai karena cakupan mitra yang harus dilayani Pusdiklatwas BPKP adalah seluruh Indonesia. Beberapa fasilitas yang telah matang dalam perencanaan adalah pembangunan sebuah balai diklat di kota Denpasar dan pengembangan e-learning. Bahkan, kembali lagi pada kepercayaan itu, BPKP akan mendapat sokongan dana sebesar 57 juta dolar dari ADB yang akan digunakan untuk pelatihan SDM APIP dan e-learning.

 

Mengingat betapa banyaknya pekerjaan Pusdiklatwas BPKP ke depan, Pak Binsar mengajak para hadirin, “Kerja keras dengan hati senang. Kalau sudah senang, urusan absensi tidak menjadi masalah lagi.” Hal ini untuk menanggapi isu yang disampaikan secara to the point oleh Kepala Pusdiklatwas BPKP, Dadang Kurnia, Ak., MBA, ketika membuka acara pengarahan.  Yaitu, penunjukan Pusdiklatwas BPKP sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Pengadaan Barang dan Jasa oleh LKPP dan hasil audit BPK tentang kebijakan toleransi jam masuk kerja, yang sedikit meresahkan para staf.

 

Menyinggung lebih detil perihal absensi pegawai ini Pak Binsar bahkan mencontohkan dirinya yang sejak dulu terbiasa datang sangat pagi ke kantor dan pulang setelah hari gelap karena beliau sangat menikmati pekerjaannya. Beliau menekankan seluruh jajaran di Pusdiklatwas BPKP untuk, “Do our best. Bangun kultur yang kondusif terhadap kinerja Pusdiklatwas. Sadarilah bahwa Pusdiklatwas memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi yang terdepan dan terpercaya.”

 

Pak Amdi yang mendampingi Pak Binsar memberikan masukan agar visi Pusdiklatwas ditambah dengan menyelenggarakan diklat internasional, agar Pusdiklatwas jangan kalah percaya diri dari pusdiklat di negara India yang berani melangsungkan diklat internasional, yang pernah diikuti Pak Amdi.

 

Acara pengarahan yang dimulai sekitar pukul 13.30 siang tadi berjalan dinamis dan ditutup oleh Pak Dadang, Kepala Pusdiklatwas BPKP, dengan mengutip mutiara kata, “Labori Gloria Muri, artinya Work Hard, Play Hard.”

 

Penutupan Diklat SPIP dan Audit Investigatif

 

Pak Binsar tadi, pukul 16.00, juga menutup secara resmi Diklat SPIP bagi Inspektorat Kabupaten Kutai Kartanegara dan Diklat Audit Investigatif bagi Inspektorat Kementerian Pertanian didampingi Kepala Pusdiklatwas BPKP. Penutupan diklat dihadiri oleh Irjen Kementerian Pertanian, Ir. R. Aziz Hidayat, M.M,  dan Inspektur Kabupaten Kukar, Drs. H. Mahmudan, M.Si. Pak Irjen dalam sambutannya berterima kasih atas kesediaan Pusdiklatwas BPKP melatih SDM mereka dan berharap ilmu yang diperoleh dapat meningkatkan kemampuan para APIP di Kementerian Pertanian dalam melakukan audit.

 

Acara kesan dan pesan disampaikan peserta diklat dengan pujian terhadap kualitas materi dan instruktur diklat yang, menurut mereka, T O P banget. (rl)